7 Panduan Memilah serta Styling Font Supaya Web Lebih Lezat Dibaca

Bagi Rafal Tomal, Lead Designer di Copyblogger Media,

90% komponen suatu web merupakan murni tipografi. Bila kita paham gimana wajib memilah serta mengkombinasi font buat web, mengaplikasikan metode styling font yang cocok, secara totalitas desain web( ataupun web) kita dengan sendirinya hendak jadi lezat dilihat. Jadi memanglah tipografi sangat berarti dalam desain web/ web.

Berikut ini aku rangkumkan 7 panduan gampang tentang font yang dapat diterapkan supaya web kita lebih lezat dibaca^_^( Salah satu) tujuan kita ngeblog kan biar tulisan kita dibaca oleh orang lain, jadi tidak hanya membagikan konten yang bagus serta bermanfaat pula wajib dipikirkan gimana triknya supaya tulisan di web kita visually pleasing serta easy to read supaya pembacanya betah.

[bctt tweet=” Ingin ketahui metode buat pembaca betah nangkring di web kita?”]

1. Lumayan pakai 2 ataupun 3 font. https://officialjimbreuer.com/

Lumayan pakai 2 ataupun 3 font buat totalitas web. 1 font buat judul, 1 font buat body serta bila butuh 1 font lagi buat aksen. Lebih dari itu hendak membuat web nampak sangat ramai.

2. Perhatikan menimpa font combo/ font pairing.

Font combo ataupun font pairing merujuk pada pemilihan lebih dari 1 jenis font yang berbeda buat sesuatu desain( dalam ini desain web ataupun web). Urusan menjodohkan font ini pula terdapat ilmunya sendiri. Terdapat sebagian jenis pairing yang dapat diaplikasikan dalam pemilihan font buat web, antara lain:

a. Campuran font sans serif serta serif.

Dalam ilmu tipografi, serif merupakan garis kecil( terdapat yang menyebut“ batang”) di ujung kakinya, sebaliknya sans serif berarti non- serif alias tidak terdapat“ batang”- nya. Ini merupakan campuran font sangat universal buat web, ialah serif buat judul serta sans serif buat konten ataupun kebalikannya.

Bonus kabar: font serif lebih gampang dibaca pada modul tercetak, jika kita perhatikan nyaris seluruh novel, majalah ataupun koran memakai font serif. Font sans serif dikira lebih gampang dibaca pada layar elektronik( pc serta device lain) sehingga banyak digunakan buat web serta web. Selaku cerminan berikut screenshot dari postingan di kompas. com dengan virtual newspaper Kompas. Tetapi tidak jadi permasalahan pula jika kita ingin memakai serif pada body/ konten web kita sebab dikala ini resolusi layar telah terus menjadi besar sehingga walaupun memakai font serif senantiasa gampang dibaca.

b. Campuran all caps serta wajar caps. Buat konten artikel pasti senantiasa pakai wajar caps, sebaliknya buat judul dapat diseleksi antara All Caps( huruf kapital seluruh) ataupun wajar caps. Perihal ini bermanfaat misalnya bila kita memilah font yang sama buat judul serta konten, ataupun campuran font yang kita pakai ukurannya nyaris sama besar.

c. Campuran dimensi font. Biasanya font buat judul hendak lebih besar daripada font buat konten. Seberapa besar- nya bergantung selera pula, tetapi buat web yang judul postingannya cenderung kalimat- kalimat panjang, lebih baik memakai font judul yang tidak sangat besar. Font buat konten pula ukurannya hendaknya sedang- sedang saja, antara 14px hingga 18px, bergantung tipe font serta balik lagi ke selera serta kesesuaian dengan desain web totalitas.

3. Tulislah dalam paragraf yang pendek- pendek serta beri subjudul.

Buat paragraf sependek bisa jadi jika dapat. Paragraf yang sangat panjang membuat mata letih serta orang jadi malas membaca( contohnya aku). Aku cenderung membaca artikel yang panjang dengan tata cara skimming, jadi terdapatnya subjudul menolong aku buat dapat ketahui dengan kilat misalnya bagian ini isinya tentang apa, serta bila memanglah tertarik aku hendak baca lebih detil. Terdapatnya subjudul pula menolong SEO, pasti bila diformat dengan benar selaku H2 ataupun H3.

4. Jangan memilah font yang tebal ataupun cursive buat konten.

Contoh font yang tebal yakni Montserrat, bagi aku Montserrat kurang sesuai dijadikan font konten, tetapi dapat jadi alternatif yang bagus buat judul. Contoh font cursive yakni Dancing Script, Rochester, Parisienne. Aku langsung dapat membayangkan pusingnya bila memandang konten post memakai font Parisienne. Umumnya langsung aku skip, pindah baca web yang lain

Baca Juga : Panduan Belajar Online Jarak Jauh Sepanjang Penyebaran Corona COVID- 19

5. Seleksi warna font yang kontras dengan latar belakang.

Latar belakang web terbaik merupakan warna putih, tetapi jika ingin gunakan warna lain, seleksi yang sangat light mendekati putih. Buat warna font dapat seleksi gelap, abu- abu tua sekali mendekati gelap, biru tua ataupun coklat tua. Aku umumnya mengendalikan warna font buat konten tidak 100% gelap(#000000) tetapi abu- abu tua(#555555); biar tidak sangat crong di mata.

Campuran warna font putih ataupun warna cerah dengan latar belakang gelap( ataupun warna hitam yang lain) dapat digunakan buat bagian kecil yang butuh menemukan atensi/ selaku attention grabber. Jangan digunakan buat totalitas post sebab dapat menyakitkan mata.

6. Tambahkan jarak antar huruf

Tambahkan jarak antar huruf buat tampilan yang lebih ringan/ light. Triknya dengan meningkatkan kode css: letter- spacing: 0. 5px ataupun letter- spacing: 1px. Silakan bereksperimen dengan value letter- spacing tetapi umumnya 0. 5px telah lumayan. Jika sangat jauh jarak antar huruf- nya malah jadi susah dibaca.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *